Kamis, 20 April 2017

Permasalahan Pertanian Pangan Di Indonesia Dan Prinsip - Prinsip Pertanian Berkelanjutan

         


         Selain masalah besarnya populasi dan semakin sempitnya lahan pertanian, setidaknya ada beberapa masalah ketahanan pangan yang dihadapi oleh Indonesia, antara lain: masalah sistem yang belum terintegrasi dengan baik, kesulitan untuk meningkatkan sejumlah komoditi unggulan pertanian, sistem cadangan dan distribusi serta rantai pasokan dan logistik nasional yang belum efisien, mahalnya ongkos transportasi, sering ditemuinya kasus kekurangan produksi di sejumlah daerah, dan masalah stabilitas harga. Pada dasarnya masalah ketahanan pangan ini  merupakan masalah nasional yang perlu diperhatikan secara menyeluruh.
       Masalah pangan di Indonesia sebenarnya tidak akan terjadi jika tidak terjadi kelangkaan pangan. Seperti yang diketahui masalah komoditi pangan utama masyarakat Indonesia adalah adalah karena kelangkaan beras atau nasi. Sebenarnya dulu kelangkaan ini tidak terjadi karena tiap semua daerah di Indonesia tidak mengonsumsi beras. Makanan utama di beberapa daerah di Indonesia juga berbeda-beda. Bahan makanan utama masyarakat Madura dan Nusa Tenggara adalah jagung. Masyarakat Maluku dan Irian Jaya mempunyai makanan utamanya sagu. Dan beras adalah makanan utama untuk masyarakat Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sualwesi walaupun ada juga yang menjadikan singkong, ubi dan sorgum sebagai bahan makanan utama. Tetapi seluruh hal tersebut berubah total setelah pemerintah orde baru dengan Swasembada Berasnya secara tidak langsung memaksa orang yang bisaa mengkomsumsi bahan makanan non beras untuk mengkonsumsi beras.
           Yang terjadi selanjurnya adalah muncul lonjakan konsumsi/kebutuhan beras nasional sampai sekarang sehingga memaksa pemerintah untuk impor beras. Padahal jika tiap daerah tetap bertahan dengan makanan utama masing-masing maka tidak akan muncul kelangkaan dan impor bahan makanan pokok beras. Efek lainpun muncul akibat perubahan pola makan masyarakat Indonesia. Keberagaman komoditi pertanian yang menjadi unggulan setiap daerah di Indonesia terlenyapkan demi progran Swasembada Beras. Masalah pangan ini harus segera diatasi karena menyangkut dengan kebutuhan semua orang terutama di Indonesia. Selain itu masalah-masalah lain yang terkait dengan pangan ini juga diperlukan solusi agar nantinya dapat menunjang kelancaran
         Pembangunan pertanian itu pada dasarnya adalah pembangunan manusianya, kondisi sekarang pembangunan pertanian khususnya pangan di Indonesia saat ini terkendala pada kondisi sumber daya manusia yang mau bergerak dan mencintai pertanian lagi, dari kondisi yang ada saat ini maka kegiatan-kegiatan pengembangan pertanian harus kita dukung dengan upaya-upaya yang sangat signifikan bisa mengungkit produksi, salah satunya bahwa Pak Menteri menyatakan bahwa kita harus swasembada pangan dalam 3 tahun ke depan (Padi, Jagung , Kedelai) kemudian ditambah lagi beberapa komoditas cabai, bawang, dan holtikultura lainnya serta termasuk juga daging dan tepung. Kondisi ini tentunya membutuhkan perhatian kita semua salah satu yang dihadapi saat ini adalah terbatasnya tenaga kerja, yang kedua semakin berkurangnya minat generasi muda untuk turun kedunia pertanian. Solusi dari Kementrian Pertanian yang pertama adalah bagaimana menumbuhkan minat generasi muda kembali kepada dunia pertanian, tentunya pertanian juga harus bisa mengikuti trend atau perkembangan dunia pertanian di negara-negara maju.

            Modernisasi pertanian adalah merupakan jawaban sehingga komitmen Kementerian Pertanian semenjak Pak Menteri dilantik dalam Kabinet Kerja sudah mencanangkan bahwa mekanisasi pertanian akan di dorong dalam rangka menunjang peningkatan produksi pangan kita, bantuan alat dan mesin pertanian kita harapkan mampu mengatasi kesulitan tenaga kerja baik olah tanah , alat panen , alat tanam , dan ini semua harus dikelola dalam manajemen usaha yang menguntungkan. Tidak semata-mata alat ini di investasikan oleh pemerintah kepada masyarakat hanya untuk mengatasi kesulitan tenaga kerja mengolah tanah , kesulitan tenaga kerja untuk memanen, untuk menanam tetapi ini dikelola dalam satu unit usaha yang menguntungkan karena bisnis jasa alat dan mesin pertanian ini memberikan keuntungan yang saat baik sehingga harapan kita dengan mekanisasi pertanian ini generasi muda akan mau kembali lagi mencintai pertaniannya.



5 Prinsip Untuk Menjalankan Pertanian Berkelanjutan:
1.    Pertanian adalah budaya, pertanian adalah kehidupan
Bertani secara organik seharusnya tidak dilakukan hanya semat-mata karena faktor nilai ekonomi  atau faktor kesehatan saja. Dalam sejarah pertanian di Indonesia, nenek moyang kita melakukan aktivitas bertani karena masalah kehidupan. Tidak bicara bagaimana bertani untuk mendapatkan keuntungan materi. Dalam perkembangannya dunia pertanian kita mengalami pergeseran nilai dan sistem dari pertanian untuk kehidupan menuju pertanian yang berorientasi pasar. Bertani secara organik seharusnya didasarkan pada nilai budaya kehidupan bukan hanya didasarkan masalah ekonomi pasar saja. Sebab yang namanya hidup haruslah terus-menerus dari generasi ke generasi. Tidak dilakukan pada waktu sesaat saja, tergantung pada permintaan pasar saja, tetapi berdasarkan pada kebutuhan hidup yang berkelanjutan.
2.     Keseimbangan antara makhluk hidup dan lingkungannya
Salah satu penyebab rusaknya pertanian di Indonesia saat ini adalah faktor rusaknya lingkungan hidup. Artinya bahwa, sering tidak kita sadari pola atau sistem pertanian yang selama ini dikembangkan di negara kita ternyata membawa dampak terhadap lingkungan. Mulai dari tanah, air, udara, bahkan sampai tanaman dan makhluk hidup lain sudah tercemari bahan-bahan kimia yang tentu saja tidak ramah terhadap lingkungan. Pertanian organik dikembangkan dalam rangka menjaga kelestarikan lingkungan karena itu dalam penerapannya selalu memperhatikan prinsip ekologi, dengan selalu mempertahankan keseimbangan ekosistem.

Prinsip-Pinsip ekologi yang diterapkan dalam praktek pertanian berkelanjutan yaitu :
·         Memperbaiki kondisi tanah sehingga menguntungkan pertumbuhan tanaman terutama pengelolaan bahan organik dan meningkatkan kehidupan biologi tanah
·         Optimalisasi ketersediaan dan keseimbangan daur hara melalui, fiksasi nitrogen, penyerapan hara, penambahan dan daur pupuk dari luar usaha tani
·         Membatasi kehilangan akibat aliran panas, udara dan air dengan cara mengelola iklim mikro pengelolaan air dan pencegahan erosi
·         Membatasi terjadinya kehilangan hasil panen akibat hama dan penyakit dengan melaksanakan usaha preventif melalui perlakuan aman
·         Pemanfaatan sumber genetika yang saling mendukung dan bersifat sinergis dengan cara mengkombinasikan fungsi karagaman sistem pertanian berkelanjutan. 
3.     Membangun kemandirian
Ketergantungan terhadap asupan dari luar (benih, pupuk dan obat-obatan kimia) merupakan masalah yang saat ini dihadap petani. Harga benih, pupuk maupun obat-obatan kimia melambung tinggi belum lagi ketersediaannya yang terkadang langka,   sementara harga produksi pertanian relatif tetap membuat kehidupan petani semakin terpuruk. Pertanian berkelanjutan saat ini merupakan jalan atau upaya yang tepat untuk membangun kemandirian petani. Dengan demikian petani mampu melepas ketergantungan terhadap asupan luar. Semua kebutuhan sarana produksi harus disediakan sendiri oleh petani dengan menggunakan sumber alam dan lingkungan. Bank benih harus dimiliki oleh petani, dengan begitu petani bebas mangakses benih tanpa tergantung pada monopoli oleh perusahaan benih. Untuk menghilangkan ketergantungannya pada pupuk, petani dapat memproduksi sendiri pupuk-pupuk organik, dimana bahan-bahan bakunya telah tersedia di alam sekitar, sedangkan untuk pengendalian hama petani dapat mengatasinya dengan cara  selalu mempertahankan keseimbangan ekosistem atau dapat pula dengan membuat larutan nabati yang tidak berbahaya bagi lingkungan. Pertanian organik menjadi senjata petani untuk membangun kembali kemandirian, kemerdekaan dan mendapatkan hak-haknya untuk bisa menentukan sendiri tanaman yang ingin ditanamnya, bebas dari ketergantungan teknologi, sekaligus menyelamatkan keanekaragaman hayati dan kelestarian ekosistem.
4.     Utamakan pemenuhan lokal
Dalam bahasa sederhana kedaulatan pangan, setidaknya itulah yang menjadi tujuan dari bertani secara organik, yaitu memenuhi sendiri kebutuhan pangan keluarga. “Tanamlah semua tanaman yang bisa kau makan dan makanlah dari hasil tanaman yang bisa kau tanam”. Ungkapan ini menerangkan dengan jelas bahwa pangan merupakan hal yang penting bagi keluarga tani. Tanaman pangan inilah yang menjadi kebutuhan untuk mencukupi pangan keluarga tani. Dengan bertani secara organik akan menghasilkan produk yang mutunya lebih baik diantaranya rasanya lebih enak, lebih awet disimpan dan pastinnya lebih sehat dan aman bagi karena tidak mengandung bahan-bahan kimia. Setelah kebutuhan pangan keluarga tercukupi, selanjutnya petani dapat memasarkan hasil pertaniannya untuk mencukupi kebutuhan lainnya.
5.     Merupakan Sebuah Gerakan
Sesuai dengan istilahnya, yaitu gerakan sosial maka pelaku dari gerakan ini dalam konteks pertanian organi adalah petani sendiri. Petani melakukan pengorganisasian terhadap konsumen, buruh, nelayan atau bahkan pemuda. Hal ini penting untuk dilakukan supaya gerakan pertanian organik menjadi gerakan yang meluas. Sesuai dengan sifat dari penindasan di dunia pertanian yang bersifat global saat ini, melakukan pertanian organik sebagai gagasan, prinsip, nilai-nilai dan tujuan yang radikal. Bukan hanya pada persoalan trend atau kecenderungan pasar organik nasional dan internasional. Konsep pertanian organik harus dilihat sebagai konseptual untuk menggantikan konsep pertanian konvensional (Revolusi Hijau) yang dikembangkan oleh kekuatan neoliberalisme. Bertani secara organik berarti melepas ketergantungan diri dari kekuatan luar dan inilah ciri dari gerakan sosial.

RAFID ADHI PRAMANA
155020101111023/ EP 2015
PEREKONOMIAN INDONESIA/AE

Jumat, 14 April 2017

BONUS DEMOGRAFI



Agar kiranya bagi kebanyakan pembaca dapat sedikit memahami apa definisi dari bonus demografi.
1. Menurut Wongboonsin (2003), dalam paparan kepala BKKBN Nasonal Prof. dr. Fasli Jalal, PhD, SpGK di Univeritas Undayana Provinsi Bali. Mengartikan bonus demografi (demographic dividen) sebagai keuntungan ekonomis yang disebabkan oleh menurunnya sebuah rasio ketergantungan sebagai hasil penurunan fertilitas jangka panjang. Fartilitas disini bisa dikatakan sebagai kemampuan riil seoarang wanita untuk melahirkan (Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ; 1981)
2. Menurut Tifatul Sembiring (Kominfo, 2014), mengartikan bonus demografi sebagai keadaan dimana struktur penduduk didominasi oleh mereka yang berusia produktif (15 -64 Tahun) sehingga keadaan ini tentu akan sangat langka dialami oleh suatu Negara, bahkan kata Tifatul Sembiring, peluang bonus demografi hanya sekali datang dalam seumur bangsa yang ada diseluruh dunia.
3. Menurut BKKBN (2013) pengeratian bonus demografi adalah keuntungan yang dinikmati suatu negara yang ada di dunia ini sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan yang dialami oleh negaranya tersebut.
4. Menurut Ilmu Ekonomi (2016), pengertian bonus demografi adalah fenomena penting yang di alami oleh suatu negara karena kondisi jumlah penduduknya yang dinilai bahwa usia produktif sangat besar, sedang proporsi usia belum produktif (usia muda di bawah 15 tahun) dan usia tidak produktif (usia di atas 60 tahun) sudah semakin kecil.
Menanggapi dua definisi diatas, bisa didapatkan parameter penting yang digunakan untuk mengartikan bonus demografi. Parameter pertama tentang pengertian bonus demografi, memiliki arti dimana keadaan Negara yang menggambarkan perbandingan jumlah penduduk usia produktif (kurang dari 15 tahun dan lebih dari dari 64 tahun) lebih sedikit dan penduduk usia produktif (lebih dari 15 tahun hingga 64 tahun) lebih dominan. Hal yang menjadi parameter kedua, dalam mengartikan bonus demografi sebagai keadaan ekonomis yang dinilai menjadi jendela kesempatan “bonus demografi” sehingga akan membawa dalam keuntungan (demographic dividen) atau bisa pula menjadi beban demografi (demographic Burden).

Demikian Pengertian Bonus Demografi Menurut Para Ahli, semoga dengan cara memahami Pengertian Bonus Demografi Menurut Para Ahli ini, kita akan mempersiapkan bonus demografi dimasa yang akan datang dengan penuh semangat.
Pengertian bonus demografi adalah keuntungan yang dinikmati suatu negara yang ada di dunia ini sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan yang dialami oleh negaranya tersebut. Bonus demografi adalah suatu fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangu-nan karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedang proporsi usia muda sudah semakin kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak. Oleh karena itu, bonus demografi dapat menjadi anugerah bagi bangsa Indonesia, dengan syarat pemerintah harus menyiapkan generasi muda yang ber-kualitas tinggi SDM-nya melalui pendidikan, pelatihan, kesehatan, penyediaan lapangan kerja dan investasi.
Dengan demikian, pada tahun 2020-2030, Indonesia akan memiliki sekitar 180 juta orang berusia produktif, sedang usia tidak produktif sekitar 80 juta jiwa, atau 10 orang usia produktif hanya menanggung 3-4 orang usia tidak produktif, sehingga akan terjadi peningkatan tabungan masyarakat dan tabungan nasional. Namun, jika bangsa Indonesia tidak mampu menyiapkan kejadian ini, yakni akan terjadinya bonus demografi, seperti penyediaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas SDM, baik dalam pendidikan dan pelayanan kesehatan dan gizi yang memadai, maka akan terjadi permasalahan, yaitu terjadinya pengang-guran yang besar dan akan menjadi beban Negara (www.bkkbn.go.id, 2009)

PELUANG ATAU ANCAMAN ???
Wacana tentang bonus demografi hangat didiskusikan di forum ilmiah, seminar beberapa waktu yang lalu. Untuk iitulah diskusi tentang bonus demografi perlu di apresiasi karena merupakan peluang yang tak mungkin terjadi kembali dalam satu generasi. Peluang bonus demografi harus bisa dijadikan momentum bersama bagi semua pihak agar kita tidak terlibat dalam persoalan yang tak kunjung selesai.Dalam ekonomi kependudukan dikenal sebagai istilah transisi demografi yaitu sebuah konsep mengenai proses penurunan angka kelahiran sampai terciptanya tingkat populasi yang stabil. Transisi demografi akan mengubah struktur usia dari populasi penduduk, dimana proporsi penduduk muda ( usia 0-14 tahun) mengalami penurunan, proporsi penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun) meningkat pesat, dan proporsi penduduk usia tua (66 tahun keatas) meningkat perlahan. Definisi tentang bonus demografi merupakan keuntungan secara ekonomis, disebabkan penurunan proporsi penduduk muda yang mengurangi besarnya biaya investasi untuk pemenuhan kebutuhannya sehingga sumberdaya dialihkan kegunaannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Agi indonesia ada rentan waktu 7-17 tahun lagi untuk memersiapkan modal manusia agar dapat memanfaatkan peluang emas periode 2020-2030. Caranya menanamkan investasi modal manusia untuk menggantukan angkatan kerja yang berpendidikan rendah dengan angkatan kerja baru yang memiliki pendidikan keterampilan yang lebih baik.
Indonesia akan memasuki fase emas yang disebut bonus demografi selama 10 tahun kedepan diprediksi terjadi pada periode 2020-2030 dengan angka dependency ratio berkisar antara 0,4 - 0,5 ini berarti 10 orang usia produktif hanya menanggung 40-50 orang usia tidak produktif.
Menurut guru besar demografi Universitas Indonesia Prof Dr Sri Moertiningsih Adioetomo, Indonesia sudah mendapat Bonus Demografi mulai 2010 dan akan mencapai puncaknya sekitar tahun 2020 hingga tahun 2030. Ada tiga fase yang terjadi dengan hadirnya Bonus Demogrfi di Indonesia.
1. Fase pertama, angka kelahiran dan kematian melaju dengan sangat tinggi.
2. Fase kedua, meningkatnya kebutuhan hidup rakyat Indonesia sehingga angka kematian menjadi menurun dan angka kelahiran menjadi bertambah.

3. Fase ketiga, angka kematian rendah disebabkan oleh gaya hidup (life style) sehingga membuat angka kelahiran menjadi turun. Inilah fase yang disebut sebagai window of opportunity (jendela kesempatan) saat jumlah penduduk produktif yang banyak itu dapat diakumulasikan memacu pertumbuhan ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan karena meningkatnya total investasi yang berimplikasi langsung terhadap kesejahteraan dalam skala komunal serta dapat dinikmati dalam jangka panjang.
Dengan melihat data diatas, bonus demografi yang sebentar lagi menghampiri indonesia harus dijadikan momentum emas bagi maysrakat khususnya pemerintah. Alokasi dana pendidikan 20 % dan APBN harus se optmal mungkin digunakan dan dikelola.Dalam hal pendidikan masih saja ada rakyat miskin yang tak tersentuh program wajib belajar 9 tahun karena kapitalisasi lembaga pendidikan yang hanya memberi kesempatan kepada kelompok kaya. Jadi tak mengeherankan jika saja ada anak di negeri ini yang lebih memilih bekerja dalam usia dini karena mahalnya biaya pendidikan.
Selanjutnya, Bonus Demografi tanpa diikuti pendidikan yang merata dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai akan menjadikan ancaman bagi Indonesia. Karena itu, pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan nasional harus cekatan dalam menempatkan penduduk Indonesia dewasa yang melimpah sebagai kekuatan yang potensial dengan menempatkan program pendidikan nasional sebagai pilar utama pembagunanan nasional (Sumber Daya Manusia).
Melihat data di atas begitu amat fantastisnya, asal saja pemerintah fokus memberikan jaminan pendidikan kepada generasi muda. Menurut Prof Richey dalam bukunya Planning for teaching, an Introduction to Education menjelaskan bahwa pendidikan adalah yang berkenaan dengan fungsi yang luas dari pemeliharaan dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat terutama membawa warga masyarakat yang baru (generasi baru) bagi penuaian kewajiban dan tanggungjawabnya di dalam masyarakat. Jika pemerintah berhasil membelanjakan alokasi dana APBN sebesar 20 persen dalam sektor pendidikan dipastikan akan terjadi perubahan yang signifikan pada dunia pendidikan kita yang mendorong terjadinya keberhasilan Bonus Demografi. Untuk itulah pendidikan harus murah dan terjangkau untuk masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi. Pendidikan jangan dijadikan komoditas barang eksklusif agar seluruh elemen masyarakat bisa menikmatinya. Dengan demikian terciptalah generasi emas yang siap menghadapi tantangan pada era Bonus Demografi pada tahun 2020-2030.

PELUANG,Kalau kita lihat sekilas Indonesia dihadapkan pada tantangan yang berat dan serius. Salah satunya adalah daya saing Indonesia yang kembali turun. Dalam laporan The Global Competitiveness Index 2012-2013, Indonesia menempati posisi ke-50 dari 144 negara di dunia dengan skor 4,4, atau turun 4 level dari tahun lalu yang berada di posisi 46. The Global Competitiveness Index yang dirilis oleh World Economic Forum (28/5/2013) menempatkan Swiss sebagai negara yang paling kompetitif dengan skor 5,72. Sementara itu, posisi kedua ditempati Singapura dengan skor 5,67. Penurunan posisi daya saing itu menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi masalah serius. Di tengah kompetisi global, Indonesia perlu mematangkan strategi baru untuk meningkatkan daya saing sebagai prasyarat mutlak kemajuan.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2013 jumlah pemuda mencapai 62,6 juta orang. Artinya, rata-rata jumlah pemuda 25 persen dari proporsi jumlah penduduk secara keseluruhan. Itulah sebabnya, strategi terhadap pembangunan pemuda memiliki arti penting. Jika menggunakan basis data proyeksi jumlah pemuda versi BPS di atas, maka secara umum persebaran jumlah pemuda di Pulau Jawa menempati posisi pertama dengan persentase 57,94 persen. Kemudian, Pulau Sumatera dan sekitarnya memiliki persentase 21,71 persen, Pulau Sulawesi dan sekitarnya (8,13 persen), Pulau Kalimantan (5,78 persen), Pulau Bali dan Nusa Tenggara (5,2 persen) dan Papua (1,2 persen). Persebaran pemuda di setiap wilayah itu harus menjadi landasan dalam menggulirkan kebijakan pemuda di setiap wilayah.
Untuk itulah, dalam konteks daya saing bangsa, Bonus Demografi itu harus dilihat sebagai peluang untuk mencapai visi 'Indonesia 2050' di era 2020-2030 (Harian Waspada Medan .14/12/2011) yang pernah penulis muat di Harian Waspada Medan. Melihat peluang di atas kita menaruh harapan kepada generasi muda sebagai duta perubahan masa depan untuk terjun dan aktif dalam menyongsong pembangunan nasional kedepan. Aktivitas generasi muda harus diarahkan dengan grand design yang jelas dan bukan diposisikan sebagai event sesaat sehingga kerangka pembangunan pemuda mempunyai visi yang jelas.
Tantangan, untuk mencapai ketahanan ekonomi, kalau kita lihat menurut pandangan para ahli maka salah satu keharusan bagi setiap bangsa memertahankan kedaulatannya dalam abad XXI ialah memenuhi tiga tuntutan secara simultan. Pertama, mencapai ketahanan militer untuk menjaga kepentingan nasionalnya. Kedua, memenuhi kebutuhan sosial dan kebutuhan ekonomis dari penduduknya, dan ketiga, menjamin kebutuhan yang berkelanjutan adil dan merata.
Menurut hemat penulis dari ketiga tantangan besar di atas, kalau kita sebagai bangsa yang besar harus mampu menjaga kepentingan nasional (national interest) kita di atas kepentingan segalanya. Di sinilah diperlukan hadirnya seorang pemimpin sebagai kepala pemerintahan atau kepala negara yang mempunyai jiwa rasa memiliki (sense of belonging) dari apa yang kita miliki selama ini. Kekayaan sumber daya alam kita yang begitu melimpah ruah menjadi modal besar dalam mencapai pembangunan nasional yang berkelanjutan. Kemudian kekuatan ekonomi yang semakin membaik kalau dilihat dari data statistik menjadikan Indonesia akan diperhitungkan dalam kancah pergaulan perdagangan internasional. Dalam hal ini dua lembaga terkenal yaitu Goldman Sach dan Price Water House Coopers (PWC) memprediksikan peta kekuatan ekonomi dunia akan berubah dimana kekuatan ekonomi baru akan mendominasi dan menggeser kekuatan ekonomi lama.
PWC sendiri membuat prsediksi berjudul The World in 20150, pada maret 2010 lalu disana tertuliskan ada kelompok negara yang dsebut E -7 The Emerging Seven yang terdiri dari tujuh negara berkembang yaitu china india, Brazil, Rusia Indonesia, Meksiko dan Turki. Kelompok ini diprediksi akan melampaui kekuatan ekonomi negara-negara G-7 sekarang, pada tahun 2050. Meskipun target dari kedua prediksi tersebut masihlama yakni sekitar kurang lebih 40 tahun lagi, namun tanda-tanda kebangkitan kekuatan ekonomi baru dan peluang Bonus Demografi sudah dapat dilihat.

RAFID ADHI PRAMANA
155020101111023/ E.P 2015
PEREKONOMIAN INDONESIA / AE

Minggu, 02 April 2017

Sustainable Development Goals

Apa itu Sustainable Development Goals?
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Sustainable Development Goals disingkat dengan SDGs adalah 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi . Tujuan ini dicanangkan bersama oleh negara-negara lintas pemerintahan pada resolusi PBB yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015 sebagai ambisi pembangunan bersama hingga tahun 2030. Tujuan ini merupakan kelanjutan atau pengganti dari Tujuan Pembangunan Milenium yang ditandatangani oleh pemimpin-pemimpin dari 189 negara sebagai Deklarasi Milenium di markas besar PBB pada tahun 2000 dan tidak berlaku lagi sejak akhir 2015.

Latar Belakang:
Agenda pembangunan berkelanjutan yang baru dibuat untuk menjawab tuntutan kepemimpinan dunia dalam mengatasi kemiskinan, kesenjangan, dan perubahan iklim dalam bentuk aksi nyata. Konsep Tujuan Pembangunan Berkelanjutan lahir pada Konferensi Pembangunan Berkelanjutan PBB, Rio+20, pada 2012 dengan menetapkan rangkaian target yang bisa diaplikasikan secara universal serta dapat diukur dalam menyeimbangkan tiga dimensi pembangunan berkelanjutan; lingkungan,  sosial, dan ekonomi. Agenda 2030 terdiri dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SGDs) atau Tujuan Global, yang akan menjadi tuntunan kebijakan dan pendanaan untuk 15 tahun ke depan (2030). Untuk mengubah tuntutan ini menjadi aksi nyata, para pemimpin dunia bertemu pada 25 September 2015, di Markas PBB di New York untuk memulai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.

Tujuan ini diformulasikan sejak 19 Juli 2014 dan diajukan pada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa oleh Kelompok Kerja Terbuka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dalam proposal ini terdapat 17 tujuan dengan 169 capaian yang meliputi masalah masalah pembangunan yang berkelanjutan. Termasuk didalamnya adalah pengentasan kemiskinan dan kelaparan, perbaikan kesehatan, dan pendidikan, pembangunan kota yang lebih berkelanjutan, mengatasi perubahan iklim, serta melindungi hutan dan laut


Tujuan Sustainable Development Goals:
1.

Tanpa Kemiskinan
Pengentasan segala bentuk kemiskinan di semua tempat.
2
Tanpa kelaparan
Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan perbaikan nutrisi, serta menggalakkan pertanian yang berkelanjutan
3.
Kehidupan sehat dan sejahtera
Menggalakkan hidup sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia
4.
Pendidikan berkualitas
Memastikan pendidikan berkualitas yang layak dan inklusif serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang
5.
Kesetaraan gender
Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan
6.
Air bersih dan sanitasi layak
Menjamin akses atas air dan sanitasi untuk semua masyarakat
7.
Energi bersih dan terjangkau
Memastikan akses pada energi yang terjangkau, bisa diandalkan, berkelanjutan dan modern untuk semua.
8.
Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi
Mempromosikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif, lapangan pekerjaan dan pekerjaan yang layak untuk semua.
9.
Industri, inovasi dan infrastruktur
Membangun infrastruktur kuat, mempromosikan industrialisasi berkelanjutan dan mendorong inovasi.
10.
Berkurangnya kesenjangan
Mengurangi kesenjangan di dalam dan di antara negara-negara.
11.
Kota dan komunitas berkelanjutan
Membuat perkotaan menjadi inklusif, aman, kuat, dan berkelanjutan.

12.
Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
Memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan
13.
Penanganan perubahan iklim
Mengambil langkah penting untuk melawan perubahan iklim dan dampaknya.
14.
Ekosistem laut
Pelindungan dan penggunaan samudera, laut dan sumber daya kelautan secara berkelanjutan
15.
Ekosistem daratan
Mengelola hutan secara berkelanjutan, melawan perubahan lahan menjadi gurun, menghentikan dan merehabilitasi kerusakan lahan, menghentikan kepunahan keanekaragaman hayati.
16.
Perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh
Mendorong masyarakat adil, damai, dan inklusif
17.
Kemitraan untuk mencapai tujuan
Menghidupkan kembali kemitraan global demi pembangunan berkelanjutan.


Perbedaan SDGs dan MDGs:
SDGs merupakan kelanjutan dari program pembangunan berkelanjutan MDGs, yang tentu terdapat beberapa perbedaan antar SDGs dan MDGs. Berbeda dengan MDGs yang hanya memiliki 8 tujuan, SDGs mimiliki 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dengan 169 target oelh karena itu SDGs memiliki cakupan yang lebih luas dan akan mampu lebih tanggap atas penyebab utama kemiskinan serta kebutuhan universal. Tujuan SDGs mencakup tiga dimensi dari pembangunan berkelanjutan, yaitu pertumbuhan ekonmi inklusi sosial, serta perlindungan terhadap lingkungan. SDGs dibuat berdasarkan momentum dan keberhasilan MDGs. Tujuan SDGs mencakup lebih banyak aspek kehidupan yang diiringi dengan ambsii untuk menanggapi perubahan iklim,ketidaksetraan, pekerjaan yang layak, pertumbuhan ekonomi, kota dan pemukiman masyraka, energi industrialisasi, konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, keadilan dan perdamaiaan.
Tujuan serta target SDGs akan selalu di monitor dan ditinjau menggunakan indikator-indikator global. Dan kerangka kerja indikator global tersebut akan terus dikembangkan oleh kelompok lintas badan dan ahli,serta akan disepakati oleh Komisi Statistik PBB pada bulan maret 2016.Selain itu pemerintah juga akan turut serta mengembangkan indikator-indikator nasional guna membantu memantau kemajuan dalam mencapai tujuan dan target SDGs. Selanjutnya tindak lebih lanjut dalam proses peninjauaan akan dilaksanakan setiap tahun oleh Forum Tingkat Tinggi Politik tentang pembangunan berkelanjutan dengan menggunakan sebuah laporan kemajuan SDG yang dipersiapkan oleh sekretaris jenderal. Seperti yang sudah diuraikan dalam agenda aksi addis Ababa, cara serta sarana implementasi SDGs akan dipantau dan ditinjau untuk memastikan  bahwa sumber daya keuangan di mobilisasi secara efektif untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan SDGs. Selanjutnya, menanggapi kebutuhan teknologi negara-negara berkembang, mekanisme fasilitasi teknologi dikeluarkan pada  pertemuan tingkat tinggi dan peran sentral dari kerja sama teknologi dengan tujuan mencapai pembangunan berkelanjutan in,seluruh negara menyetujui mekanisme tersebut pada konferensi Pembiayaan untuk Pembangunan.
Sumber: Litbang Depkes RI dan International Labour Organization (ILO)

RAFID ADHI PRAMANA
155020101111023/ EP
PEREKONOMIAN INDONESIA / AE

DESAIN KEBIJAKAN EKONOMI

Assalamualaikum WR.WB
Pada minggu ini saya akan membahas tentang desain kebijakan ekonomi yang ada di indonesia. Di Indonesia kebijakan ekonomi tidak lepas dari pemerintah yang memegang ahli kendali dari segala sesuatu, semua kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah tidak sembarangan dalam hal membuatnya melainkan membuat kebijakan untuk keberlangsungan Indonesia sendiri agar dapat menjamin bahwa kebijkan tersebut dapat diterapkan yang dapat membuat menjadi Indonesia lebih stabil dalam system ekonomi, lebih banyak menyediakan barang dan jasa publik serta dalam pemerataan distribusi agar tejadinya Indonesia yang lebih maju agar tidak terjadi krisis ekonomi.


Krisis ekonomi atau yang bisa dibilang dengan Krismon (Krisis Moneter) yang merupakan kondisi dimana menurunnya tingkat ekonomi suatu negara. Di Indonesia sendiri krisis ekonomi sudah terjadi sebelum pada tahun 1997 yang merupakan krisis moneter yakni melumpuhkan kegiatan ekonomi karena banyaknya perusahaan yang tutup serta meningkatnya jumlah pekerja yang mulai menganggur karena tertutupnya lapangan pekerjaan tersebut, factor yang dapat menyebabkan krisis ekonomi pada tahun 1997 pada tahun tersebut nilai tukar rupiah terhadap mata uang US dollar menurun dalam hal ini dikarenakan ketimpangan tersendiri dari pemerintah dalam transparansinya dalam mengelola keuangan negara oleh karena itu pemerintah yang sekarang harus dapat mengelola agar tidak terjadi krisis moneter pada tahun berikutnya.Kita ambil salah satu contoh kebijakan ekonomi yang dapat meminimalisir krisis ekonomi yang terjadi di indonesia adalah dengan adanya subsidi untuk UMKM di indonesia berikut penjelasan dari berita yang saya kuti dari internet mengenai informasi subsidi UMKM di indonesia

Kebijakan Ekonomi di Indonesia salah satunya Subsidi UMKM, dimana bagi yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan memberikan subsidi bunga kredit. “(Bunga kredit) yang dulunya 22-23% menjadi 12%” kata Jokowi.
Darmin menambahkan bahwa pemerintah akan menjadikan koperasi sebagai mitra UMKM, dengan membantu permodalan UMKM. Maret 2016, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,397. Memang tak bisa dipungkiri jika pembangunan ekonomi nyatanya tidak bergerak linier dengan pembangunan sosial. Realitas menunjukan jika masalah sosial seperti kemiskinan dan kesenjangan sosial banyak ditemukan di negara-negara yang justru mengalami pertumbuhan ekonomi. Kapitalisme dan modernitas yang menjadi acuan para pemikir ekonomi dinilai lebih banyak menguras modal sosial daripada menghasilkannya.


Desain Paket Kebijakan Ekonomi dinilai hanya berorientasi pada insentif perbaikan ekonomi jangka menengah dan panjang. Memang ada insentif untuk jangka pendek, namun itu semua sangat terbatas. Maksudnya dari kata tersebut Dalam artian ketika target pembangunan 2017 salah satunya memperkecil gini rasio atau ketimpangan sosial, masyarakat dapat memulai dengan UMKM dengan harapan adanya penyerapan tenaga kerja, dan meminimalisir angka kemiskinan. "Tawaran-tawaran insentif yang diwacanakan masih ditanggapi dingin dari para pengusaha, tidak ada efek 'wow', artinya tidak banyak memengaruhi psikologis pasar," kata Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati pada Rabu (9/9). Karna masih tida tampak dari belum bergeliatnya pasar di situasi ekonomi lesu. Padahal, penting bagi pemerintah menjaga ekspektasi dan psikologis positif di pasar. Inilah akibat porsi insentif ekonomi jangka pendek terbatas sedangkan yang jangka menengah dan panjang terus dihembuskan. Disamping itu hal yang tidak boleh dilupakan insentif jangka pendek, di antaranya pemerintah harus menjaga agar daya beli masyarakat terkatrol dan masalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tidak menggerayangi masyarakat. Ini berkaitan dengan penjagaan pemerintah dalam stabilisasi harga pangan dan kebutuhan harian masyarakat. Di samping, perusahaan kecil dan menengah harus dijaga agar tidak kolaps. "Ancaman PHK sangat banyak, angkanya sudah hampir 300 ribu pekerja," ujarnya.Untuk merespons kondisi perekonomian global dan dalam negeri. Paket Kebijakan September I ini diharapkan mampu memberikan sentimen positif ke pada pasar dan masyarakat.


RAFID ADHI PRAMANA
155020101111023/ EP

PEREKONOMIAN INDONESIA/ AE







Senin, 20 Maret 2017

Jokowi Ajak India Investasi di 3 Sektor

Assalamualaikum Wr.Wb

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang sebuah berita ekonomi yaitu  tentang kerjasama pak jokowi dengan india untuk investasi di tiga sektor yaitu ada kerja sama investasi di bidang farmasi, teknologi informasi, dan otomotif. Kerjasama tersebut memiliki dampak yang baik terhadap Indonesia sendiri karena dapat meningkatkan perdagangan ekonomi indonesia tentunya Karena yang kita tahu saat ini perekonomian indonesia harus diperbaiki keadaanya karena jika tidak akan terjadi pemerosotan ekonomi yang dapat berdampak ke indonesia itu sendiri. Saya mengutip berita dari liputan 6 jakarta tentang masalah kerjasama ini, untuk lebih lengkapnya kita sama sama baca seksama berita tersebut.

Liputan6.com, Jakarta Peningkatan kerja sama ekonomi, terutama diversifikasi perdagangan antara Indonesia dengan India menjadi isu utama pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri India, Narendra Modi di Hyderabad House, New Delhi, pada Senin (12/12/2016).
"Indonesia berharap untuk meningkatkan perdagangan, Indonesia juga berharap untuk membuat variasi produk ekspornya ke India," kata Presiden Jokowi, seperti dikutip Selasa (13/12/2016). Saat ini produk ekspor dari Indonesia ke India didominasi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan batu bara. Ke depan, diharapkan komoditas produk ekspor dari Indonesia ke India makin beragam.Selain isu tersebut, Presiden Jokowi juga mengatakan kedua negara terus berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama di bidang investasi.
"Indonesia mengundang India untuk meningkatkan kerja sama investasi di bidang farmasi, teknologi informasi, dan otomotif," ujar Presiden.
Dalam upaya meningkatkan transaksi perdagangan, Presiden Jokowi menyambut baik atas tercapainya nota kesepahaman "Standarisasi Perdagangan" antar kedua negara. Presiden meyakini hal itu dapat meningkatkan perdagangan dan mendukung kerja sama di sektor ekonomi.Presiden Jokowi mengatakan bahwa transportasi memegang unsur penting dalam meningkatkan hubungan antar masyarakat kedua belah bangsa. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga mengumumkan tentang eluncuran penerbangan langsung dari jakrta ke mumbai oleh maskapai nasional Garuda Indonesia.

"Saya dengan senang hati menyampaikan bahwa mulai hari ini, Garuda Indoensia akan terbang langsung ke Mumbai dari jakarta,” jelas Jokowi. Sebagai bangsa demokratis yang besar, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia dan India berperan besar dalam menjaga perdamaiaan dan keamanan di kawasan dan dunia. "Kita juga bertukar pikiran tentang situasi global terkini, sebagai dua bangsa yang besar dalam berdemokrasi, Indonesia dan India dapat banyak berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan dan dunia," imbuhnya.Dalam pertemuan antar kedua pemimpin negara itu,telah ditandatangani tiga nota kesepahaman yaitu di bidang standarisasi perdagangan, olahraga dan pengentian penangkapan ikan ilegal.

Nota Kesepahaman Indonesia-India tersebut adalah:
1. Nota Kesepahaman kerja sama standarisasi perdagangan antara Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan Bureau of Indian Standardization (BIS) yang dipertukarkan antara Menteri Luar Negeri Indonesia dengan Menteri  Urusan Luar Negeri India
2. Nota Kesepahaman kerja sama bidang pemuda dan olahraga termasuk pertukaran informasi di bidang tersebut yang melibatkan Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia dengan India

3. Joint Communique on Voluntary International Cooperation to Combat IUU Fishing and to Promote Sustainable Fisheries Governance.


RAFID ADHI PRAMANA
155020101111023/ EP
PEREKONOMIAN INDONESIA/ AE

Minggu, 12 Maret 2017

Bagaimana Tekonologi masuk dan Mempengaruhi Perekonomian Yang Ada Di Indonesia Studi Kasus: Persaingan Transportasi Online Vs Angkutan Umum yang Ada Di Kota Malang


Assalamualaikum Wr.Wb dan Selamat Pagi Para bloggers dan para viewers blog saya

Pada kesempatan kali ini saya diberikan kesempatan untuk menganalisis atau membahas sebuah masalah yang lagi panas”nya di semua kota – kota besar dan termasuk juga kota yang saya tinggalin sekarang yaitu Kota Malang. Judul pembahasan materi kali ini adalah “ Bagaimana Teknologi Masuk dan Mempengaruhi Perekonomian yang ada di Indonesia.Akhir-akhir ini sering kita lihat di semua media ada peristiwa tentang angkutan umum dan GOJEK,GRAB dan lain- lain yang menggunakan teknologi secara online yang dengan sangat mudah untuk memesan kendaraan secara online, berbeda dengan angutan umum biasa yang tidak dapat memesan secara online dan disitulah terjadi kesenjangan ekonomi berkurangnya pendapatan yang dihasilkan oleh angkutan umum tersebuat membuat para sopir angkutan tersebut geram dengan angkutan online lainnya mereka merasa kalah dengan angkutan online tersebut maka dari itu para sopir-sopir angkutan umum kita ambil contoh yang ada dikota malang saja tersebut melakukan demo mogok kerja ataupun merusak kendaraan angkutan online lainnya yang menjadi lawan bisnis usaha angkutan umum biasa. Mereka pun melakukan demo kedepan kantor walikota Malang untuk meminta kejelasan atau bantuan agar mereka juga dapat hidup sejahtera seperti para angkutan online lainnya yang pendapatannya selalu ada dan tidak mengalami penurunan seperti yang dialami para angkutan umum biasa lainnya. Disini saya akan jelaskan dahulu apa engertian dari teknologi tersebut.  Teknologi adalah suatu cabang antropologi budaya yang berhubungan dengan studi terhadap kebudayaan materi. Hal ini lebih dimaksudkan sebagai proses-proses manusia dalam  menangani dan mengendalikan lingkungan fisiknya. Jika dilihat pada saat sekarang ini perkembangan teknologi informasi terutama di Indonesia semakin berkembang. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Dari situ saja sudah sangat jelas mengapa angkutan online lebih mudah didapat dan lebih mudah dipesan oleh para konsumen yang ada disekitarnya.

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan  kemajuan ilmu pengetahuan. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat kemampuan diri manusia tetapi malah membelenggu perilaku dan gaya hidup manusia. Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Namun manusia tidak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia Perkembangan Ilmu sangat dapat mempengaruhi banyak aspek , diantarannya yaitu aspek Ekonomi, Pada Era sekarang teknologi sangat erat sekali dengan masyarakat umumnya dalam segala kehidupan dan segala hubungan ekonomi, tentunya pada tahun ketahun teknologi semakin canggih dan merajalela di tahun 2015 ini dengan berkembangnya teknologi semakin canggihnya teknologi memberikan dampak positif dan negatif terhadap masyarakat.
Dampak Perkembangan Teknologi terhadap Aspek Ekonomi
Perekonomian suatu negara dapat dilihat dari perkembangan teknologi informasi dan komunikai di negara tersebut. Semakin tinggi perkembangan teknologi informasi maka semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Namun perkembangan teknologi informasi ini juga memiliki sisi negatif, dimana banyak penyalahgunaan teknologi dalam melakukan tindak kriminal. contoh kasusnya :
Ø Dampak Positif
Dampak positifnya adalah dengan adanya tekonologi secara online maka semua orang dapat mengakses dan memiliki kesempatan untuk melakukan usaha secara terbuka tanpa ada hambatan yang dilakukan oleh pengusaha tersebut.(indonesia pun juga dapat bersaing dengan tekonologi yang dilakukan oleh negara lain dan dapat bersaing di pasar international). dalam contohnya dengan berkembangnya teknologi banyak memanfaatkan teknologi media sosial dalam membuat usaha dan memamerkan produk mereka sampai ke luar negeri ini dapat menaikan perekonomian itu sendiri sebagai peningkatan nilai produktifitas.
Ø Dampak Negatif
Ketika sudah ada yang namanya transportasi online maka akan terjadi yang namanya kesenjangan ekonomi. Hal tersebut akan dirasakan oleh semua angkutan yang bukan angkutan online.Mereka Akan kalah saing dengan kendaraan yang dapat dipesan dengan mudah didapat secara online yang memiliki aplikasi sendiri di gadget masing” pastinya secara tidak langsung akan muncul Banyak terjadinya pengangguran dikarenakan kalah bersaing dengan transportasi online tersebut membuat semakin banyak masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan. Pada kasus ini menyebabkan banyak yang depresi dan stres.

Saran saya untuk mengenai transportasi online dan angkutan umum di kota malang tentunya, semua sama-sama bekerja untuk mencari nafkah kehidupannya janganlah kalian membuat rusuh ataupun demo yang secara tidaklangsung dampaknya akan merugikan ke pihak masyarakat. Ketika angkutan melakukan aski mogok kerja, masyarakat akan lebih susah untuk mencari transportasi yang pada saat itu juga sangat dibutuhkan. Dan jika transportasi online dilarang beroperasi di Kota Malang juga akan menyusahkan masyarakat, karena yang biasanya memesan lewat aplikasi online di gadget , sekarang jadi susah untuk dicari karena ada masalah tersebut. Mungkin disini kita semua sama-sama berkaca diri untuk mengevaluasi diri masing-masing, untuk angkutan umum jangan melakukan tindakan demo ataupun melakukan tindakan rusuh lainnya.Mungkin jika tidak ingin kalah dengan transportasi online angkutan umum bisa memberikan fasilitas yang sama dengan transportasi online ,tida dengan aplikasi online tetapi dengan memperbaiki angkutan tersebut agar bersih dan nyaman ketika penumpang sedang menggunakan angkutan umum intinya fasilitas tidak kalah jauh dengan yang diberikan oleh transportasi online, menurut saya seperti itu.
Dan kita sebagai masyarakat(Konsumen) dari transportasi tersebut jangan sampai melupakan angkutan umum yang lebih dulu ada sebelum adanya transportasi online di indonesia. Mengapa seperti itu ? karena untuk jangka panjangnya mereka para sopir angkutan umum sudah ada yang memiliki keluarga sendiri dan harus menghidupi semua anggota keluarnganya, jika mereka tidak mendapatkan pelanggan atau konsumen yang dulunya sebagai mata pencaharian para sopir angkutan umum mereka mau kerja apalagi kalau emang leahkiannya hanya daat menjadi sopir angkutan saja. Betapa mirisnya jika kita tidak memperdulikan atau menggunakan angkutan umum yang ada di sekitar cnntohnya yang ada dikota malang.Sekian dari pendapat yang saya tulis dan juga saya memberikan saran-saran kepada temen-temen yang sedang membaca blog saya. Semoga dengan tulisan ini dapat membantu menyelesaikan masalah yang terjadi di Kota Malang pada saat ini.

RAFID ADHI PRAMANA
155020101111023
PEREKONOMIAN INDONESIA / AE

Selasa, 07 Maret 2017

Keadaan Dan Target Pembangunan Yang Terjadi Di Indonesia Pada Tahun 2017

Bismillahirahmanirrahim..

Assalamualaikum Wr.Wb yang saya ucapkan kepada pengunjung blog saya yang insyAllah dalam lindungan Allah Subhannallahuwatala. Pada kali ini saya akan membahas masalah perekonomian yang terjadi di indonesia pada saat ini. Pada tahun 2017 APBN di indonesia itu sangatlah berpengaruh terhadap semua elemen-elemen perekonomian di Indonesia tentunya, saya mengambil contoh menurut data yang saya terima dari tugas Perekonomian Indonesia bahwa angka tersebut telah menggambarkan keadaan dan Target seperti apa nantinya pembangunan yang terjadi di indonesia pada tahun 2017. Pada tahun 2017 ini menjadi tahun yang dimana sangat penuh tantangan untuk perekonomian yang ada di indonesia, pastinya sudah sering kita dengar dan melihat di televisi maupun media lainnya tentang berbagai masalah perekonomian yang menggambarkan indonesia saat ini itu seperti apa keadaannya. Menurut para ahli ekonomi yang ada di indonesia sudah seharusnya pemerintah melakukan suatu kebijakan-kebijakan maupun strategi-strategi untuk mengatasi perekonomian indonesia saat ini agar di tahun 2017 perekonomian indonesia dapat lebih baik dari tahun sebelumnya. Misalnya kita ambil contoh masalah yang terjadi di papua sana yaitu kasus perusahaan PT Freeport yang sangat merugikan bagi pihak indonesia karena secara tidak langsung mereka menikmati hasil dari kekayaan ataupun sumber daya alam milik indonesia dan merka juga yang menikmati hasil dari usahanya, dampak negatif terhadap indonesia adalah kekayaan indonesia terkuras dan nantinya akan cepat habis, maka dari itu menjadi masalah yang sangat besar bagi indonesia yang sering dibicarakan di media berita apapun itu.  Pada Tahun ini akan menjadi penentu efisiensi kebijakan tax amnesty yang telah dijalankan sejak tahun 2016, Apakah kebijakan tersebut telah memberikan perngaruh yang signifikan ataukah justru tidak sesuai target  mengingat kebijakan tersebut akan berakhir pada Maret 2017 ini.

Perbandingan Angka atau Perhitungan Target Pembangunan di Indonesia Di Tahun 2016 dan 2017 
Pemerintah Indonesia pastinya telah ada atau telah melakukan target-target perekonomian yang sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Di Tahun 2017, Pemerintah memasang target pembangunan sebesar 5,6% pada pengangguran, 10,5% untuk kemiskinan dan gini rasio sebesar 0,39%. Angka-angka ini mengalami sedikit perubahan dari tahun sebelumnya yaitu pada Tahun 2016 pengangguran sebesar 55-52%, kemiskinan sebesar 9,0 – 10 % dan gini rasio sebesar 0,4%. Perubahan-perubahan ini bukan berarti terbebas dari tantangan ekonomi. Kemiskinan yang ditargetkan sebesar 10% mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya dan jumlahnya masih cukup tinggi yakni sekitar 28 juta orang dimana jumlah ini hampir sama dengan jumlah penduduk negara Malaysia. Nilai rasio gini yang menujukkan penurunan dari tahun lalu (2016) terbilang cukup aman karena masih berada pada posisi sedang dan tidak terlalu berbahaya, Namun hal ini harus diturunkan karena ketimpangan yang semakin besar akan menghambat target pertumbuhan ekonomi pada tahun ini. Ketimpangan pendapatan di Indonesia ini terbilang cukup baik jika dibandingkan negara-negara ASEAN yang lain seperti Thailand, Filiphina dan Malaysia.




Menurut dari data yang kita tahu bahwa ketimpangan di Indonesia masih tidak terlalu berbahaya karena masih pada level sedang, Namun Yang paling penting adalah dan yang harus di perhatikan adalah inflasi.Dengan target inflasi sebesar 4,0% tahun 2017 ini, Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN seperti Singapura, Thaniland, Filiphina dan lain- lain yang kita tahu angka inflasinya hanya mencapai 2,7% untuk negara Singapura dan Malaysia yang berkisar pada angka minus 0,6 pada tahun 2016 lalu. Pada prinsipnya, angka inflasi yang masih berada di bawah 10% seperti Indonesia ini tidak terlalu berdampak yang signifikan pada Pertumbuhan Ekonomi.

Namun untuk pemerintah pun harus waspada terhadap  hal ini karena dalam jangka panjang nilai inflasi ini mampu mengurangi pendapatan riil masyarakat sehingga daya belinya berkurang dan kegiatan konsumsi yang mempengaruhi PDB menjadi berkurang sehingga pertumbuhan ekonomi semakin turun. Jika kita membahas tentang inflasi, pasti ada  faktor-faktor lain yang mempengaruhinya seperti harga minyak dunia. Pada Tahun 2017 ini, Harga minyak diperkirakan sebesar 45US$/Barel. Walaupun nilainya tidak terlalu tinggi jika dibanding tahun 2016 lalu yang pernah mencapai nilai 50US$/barel namun pemerintah harus mewaspadai harga minya dunia ini karena bukan tidak mungkin harga minyak dunia akan diikuti dengan kenaikan harga BBM dalam negeri. apabila harga BBM sudah mengalami kenaikan, bukan tidak mungkin akan diikuti dengan kenaikan harga-harga barang yang lain sehingga angka inflasi turut mengalami kenaikan. 


Mungkin hanya sedikit saja yang bisa saya ceritakan tentang masalah atau keaadaan dan target pembangunan Perekonomian yang terjadi di Indonesia pada tahun 2016 dan di tahun sekarang yaitu tahun 2017 selamat membaca tulisan yang sudah saya buat kurang lebihnya saya mohon maaf atas kesalahan dalam penulisan, 

Wassalamualaikum Wr.Wb


RAFID ADHI PRAMANA
PEREKONOMIAN INDONESIA / AE  
155020101111023 / EKONOMI PEMBANGUNAN